nasional

Tepis Isu Anggaran Tergerus Program MBG, Seskab Teddy: Dana Pendidikan Justru Ditambah

Jumat, 27 Februari 2026 | 23:59 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat memberikan keterangan resmi di Istana Kepresidenan terkait prioritas anggaran pendidikan nasional (Dok. Setkab RI)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi tegas mengenai isu miring yang menyebutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memangkas anggaran pendidikan nasional.

Dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026, ditegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama yang anggarannya terus ditingkatkan demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Narasi mengenai pengurangan dana pendidikan untuk membiayai program gizi dibantah keras dengan fakta bahwa seluruh agenda strategis dari periode sebelumnya tetap berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Akselerasi Konektivitas Sumsel: Kodam II/Sriwijaya Targetkan Penuntasan 3 Jembatan Gantung di OKI dan OKU

Fokus pemerintah kini justru lebih mendalam dengan menyasar penguatan pada tiga pilar utama, yaitu siswa, sekolah, dan kesejahteraan guru.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” jelas Seskab Teddy.

Seskab Teddy memastikan bahwa bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) tetap menjadi instrumen vital yang terus digulirkan.

Baca Juga: LPDP Jatuhkan Sanksi Tegas kepada Delapan Alumni Penerima Beasiswa yang Melanggar Ketentuan

Selain mempertahankan program lama, Presiden Prabowo Subianto juga menginisiasi pembangunan "Sekolah Rakyat" yang dikhususkan bagi anak-anak putus sekolah atau mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali.

Para siswa di Sekolah Rakyat ini mendapatkan fasilitas lengkap mulai dari penginapan, jaminan kesehatan, hingga pemenuhan gizi yang terintegrasi dalam satu sistem pendidikan.

Hingga tahun lalu, tercatat sudah ada 166 sekolah yang menampung sekitar 16.000 hingga 20.000 siswa, dan pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah baru pada tahun ini.

Baca Juga: Sindikat Pencuri Spesialis Wisatawan Bromo Diringkus, Barang Berharga WNA Thailand Senilai Ratusan Juta Rupiah Raib

“Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat. Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan, gizi, dan dijamin kesehatannya,” paparnya.

Selain membangun fasilitas baru, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk memperbaiki sekitar 16.000 bangunan sekolah di seluruh pelosok Tanah Air sepanjang tahun 2025.

Halaman:

Tags

Terkini