PINRANG.24JAMNEWS.COM - Operator dua kapal tanker minyak Indonesia yang tertahan di Selat Hormuz, PT Pertamina International Shipping, angkat bicara terkait perkembangan terbaru izin melintas yang dikabarkan diberikan oleh pemerintah Iran.
Perusahaan menyebut masih terus melakukan koordinasi lanjutan, khususnya terkait upaya mengeluarkan dua kapal tanker tersebut agar dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.
Saat ini, kedua kapal pengangkut BBM itu masih berada di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia.
Baca Juga: Kasus Hibah Jatim Belum Tuntas Sejak 2024, 16 Tersangka Belum Ditahan
Pertamina Pride dan Gamsunoro Masih Menunggu Proses Teknis
Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus membahas aspek teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
“PIS bersama Kemlu tengah membahas aspek teknis agar kedua kapal bisa melintasi Selat Hormuz dengan aman. Saat ini kedua kapal itu masih berada di Teluk Arab,” ungkapnya.
Koordinasi Pemerintah Diperkuat, Keselamatan Jadi Prioritas
Pemerintah melalui berbagai kementerian terus memperkuat koordinasi guna mendukung proses pelintasan kapal Indonesia di kawasan tersebut.
Baca Juga: Tersinggung Diteriaki Warga, Dua Remaja Anggota Kelompok 'Warmay' Rusak Motor di Minasa Upa Makassar
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan pihak terkait.
“Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Anggia di Jakarta, Minggu, 29 Maret 2026.
“Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,” tegasnya.
Baca Juga: Mabuk Berat Sambil Bawa Badik, Pemuda di Rappocini Diamankan Polisi Saat Tertidur di Lokasi Kejadian
Artikel Terkait
MAKI Soroti Beda Perlakuan KPK Terkait Tahanan Rumah Gus Yaqut Dan Bandingkan Dengan Kasus Lukas Enembe
Siasat 'Cerdik' KPK di Balik Drama Penahanan Yaqut Cholil, Mahfud MD Buka Suara
Dorong Kontribusi Ekonomi, Andi Sudirman Ajak Saudagar Bugis-Makassar Bangun Kampung Halaman
Geopolitik Global Memanas, Andi Sudirman Sulaiman Titip Pesan Damai untuk Amerika Serikat
Urai Kemacetan TPA Antang, Pemkot Makassar Kucurkan Rp23 Miliar untuk Akses Jalan dan Pedestrian