PINRANG.24JAMNEWS.COM - Suasana duka yang mendalam tengah menyelimuti keluarga besar Polri di Sulawesi Selatan. Seorang polisi muda, Bripda DP (19), dilaporkan meninggal dunia secara mendadak dengan kondisi yang memicu tanda tanya besar bagi pihak keluarga.
Korban yang baru saja memulai pengabdiannya di Korps Bhayangkara tersebut diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan tugasnya sendiri.
Kecurigaan muncul setelah pihak keluarga mendapati sejumlah luka lebam pada fisik jenazah serta adanya bercak darah yang keluar dari bagian mulut.
Kepergian lulusan angkatan 53 tahun 2025 ini terasa sangat mengejutkan, mengingat beberapa jam sebelumnya ia masih berkomunikasi hangat dengan orang tuanya.
Ayahanda korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan bahwa putranya sempat berkirim pesan melalui aplikasi WhatsApp sesaat setelah waktu sahur.
Dalam percakapan terakhir itu, Bripda DP mengungkapkan kerinduannya pada masakan rumah dan berencana membawa makanan tersebut untuk dinikmati bersama rekan-rekannya.
Baca Juga: Komisi III DPR Desak Sanksi Maksimal untuk Ibu Tiri di Sukabumi: Kasus Nizam Jadi Perhatian Serius
“Dia juga chat ibunya, karena mau dibawakan Palleko dari Pinrang makan sama seniornya. Dia chat ibunya jam lima subuh, tapi saat di balas jam enam, sudah tidak ada jawaban,” kata Aipda Muhammad Jabir kepada awak media di RS Bhayangkara, Makassar pada Minggu malam, 22 Februari 2026.
Keluarga mulai merasa ada yang tidak beres ketika pesan balasan dari sang ibu tidak kunjung dibaca.
Upaya menghubungi rekan-rekan korban pun sempat dilakukan, namun informasi yang diterima saat itu menyebutkan bahwa Bripda DP sedang beristirahat.
Baca Juga: Arie Kriting Soroti Ironi Nasionalisme Alumni LPDP dan Tragedi Siswa SMP di Maluku
Namun, kabar memilukan justru datang tak lama kemudian. Pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa putra mereka telah dilarikan ke RSUD Daya dan dinyatakan meninggal dunia tanpa ada riwayat sakit sebelumnya.
“Langsung ada kabar bahwa dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan meninggal, tidak ada sakit, meninggal langsung,” tutur Muhammad Jabir dengan nada getir.
Artikel Terkait
Cetak Rekor Produktivitas 10 Ton Per Hektare, Sidrap Perkuat Status Lumbung Pangan Nasional
Putusan Inkracht Kasus Skincare Ilegal, Pemilik MH Cosmetic Resmi Masuk Lapas Kelas 1A Makassar
Perkuat Sinergi Publikasi, Promedia Siap Masifkan Berbagai Program Strategis TNI Angkatan Darat
Usai Sidang KKEP, Polri Resmi PTDH Eks Kapolres Bima Kota Terkait 16,3 Gram Sabu
Gudang Bekas Kandang Ayam Jadi Pabrik Mie Berformalin, Polda Jabar Amankan Tersangka di Garut