PINRANG.24JAMNEWS.COM - Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi tegas mengenai isu miring yang menyebutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memangkas anggaran pendidikan nasional.
Dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026, ditegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama yang anggarannya terus ditingkatkan demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Narasi mengenai pengurangan dana pendidikan untuk membiayai program gizi dibantah keras dengan fakta bahwa seluruh agenda strategis dari periode sebelumnya tetap berjalan secara berkelanjutan.
Fokus pemerintah kini justru lebih mendalam dengan menyasar penguatan pada tiga pilar utama, yaitu siswa, sekolah, dan kesejahteraan guru.
“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” jelas Seskab Teddy.
Seskab Teddy memastikan bahwa bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) tetap menjadi instrumen vital yang terus digulirkan.
Baca Juga: LPDP Jatuhkan Sanksi Tegas kepada Delapan Alumni Penerima Beasiswa yang Melanggar Ketentuan
Selain mempertahankan program lama, Presiden Prabowo Subianto juga menginisiasi pembangunan "Sekolah Rakyat" yang dikhususkan bagi anak-anak putus sekolah atau mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali.
Para siswa di Sekolah Rakyat ini mendapatkan fasilitas lengkap mulai dari penginapan, jaminan kesehatan, hingga pemenuhan gizi yang terintegrasi dalam satu sistem pendidikan.
Hingga tahun lalu, tercatat sudah ada 166 sekolah yang menampung sekitar 16.000 hingga 20.000 siswa, dan pemerintah menargetkan pembangunan 100 sekolah baru pada tahun ini.
“Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat. Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan, gizi, dan dijamin kesehatannya,” paparnya.
Selain membangun fasilitas baru, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk memperbaiki sekitar 16.000 bangunan sekolah di seluruh pelosok Tanah Air sepanjang tahun 2025.
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Ironi di Hulu Energi Sukabumi: Warga Ring 1 Pembangkit Listrik Justru Belum Terjamah Akses Penerangan
Kematian Janggal Bripda DP di Mapolda Sulsel: Keluarga Temukan Luka Lebam dan Desak Pengusutan Tuntas
Kapolda Sulsel Klarifikasi Kematian Bripda Dirja Pratama, Satu Tersangka Diamankan dan Lima Diperiksa
Bripda Mesias Siahaya Dipecat Usai Pukul Pelajar, Kapolda Maluku Tegaskan Tak Toleransi Kekerasan
UPT SMAN 7 Pinrang Melaksanakan Pesantren Kilat Ramadhan Mengaji