• Sabtu, 18 April 2026

400 Guru BK DKI Dibekali Strategi Hadapi Kekerasan dan Radikalisme di Sekolah

Photo Author
Zahar Ali, Pinrang 24 Jam
- Selasa, 25 November 2025 | 14:05 WIB
Petugas Densus 88 dan Disdik DKI memberikan pembekalan kepada ratusan Guru BK terkait pencegahan kekerasan dan radikalisme di sekolah (Dok. Polri)
Petugas Densus 88 dan Disdik DKI memberikan pembekalan kepada ratusan Guru BK terkait pencegahan kekerasan dan radikalisme di sekolah (Dok. Polri)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Upaya memperkokoh keamanan lingkungan pendidikan kembali diperkuat melalui kerja sama antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. 

Pada sebuah kegiatan pelatihan yang digelar untuk 400 Guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SD hingga SMA/SMK se-DKI Jakarta, Selasa, 25 November 2025.

Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri bersama Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menekankan pentingnya kesiapsiagaan sekolah dalam mencegah kekerasan dan paparan paham ekstrem. 

Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Anak Hilang AKN Dibunuh Ayah Tiri, Pelaku Tewas Sebelum Pemeriksaan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, S.Pd., M.Pd., mengingatkan kembali fungsi sekolah sebagai tempat pembentukan karakter bangsa.

“Sekolah perlu menjadi benteng nilai kebangsaan dengan memastikan seluruh warganya guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik berperan aktif menjaga lingkungan belajar dari pengaruh intoleransi, kekerasan, serta konten negatif digital,” kata Dr. Nahdiana. 

Dukungan serupa disampaikan Densus 88 AT Polri melalui Kombespol Moh Dofir, S.Ag., M.H., yang menyoroti korelasi antara bullying dan kerentanan terhadap paham radikal.

Baca Juga: Kasus Hilangnya Alvaro Terkuak: Polisi Tangkap Ayah Tiri, Temuan Kerangka Picu Duka Mendalam

“Bullying, trauma, dan kerentanan ekstremisme harus ditangani sejak dini,” ujarnya, menekankan pentingnya intervensi cepat dari pihak sekolah.

Fokus mengenai kesehatan mental siswa juga disampaikan oleh Psikolog Dr. Naomi Soetikno, S.Psi., M.Pd., yang menilai pemahaman karakter siswa merupakan kunci identifikasi awal kondisi berisiko.

“Guru BK diharapkan mampu menjadi early detector terhadap kondisi psikologis siswa,” katanya.

Baca Juga: Ekonom Sebut Redenominasi Rupiah Tak Mendesak: Tidak Ada Keuntungan Ekonomi

Dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prima Dea Pangestu, M.Pd., menegaskan peran penting guru BK sebagai penjaga utama keselamatan siswa, termasuk dari eksploitasi dan penyimpangan perilaku. 

“peran penting guru BK sebagai penjaga utama keselamatan siswa, termasuk dari eksploitasi dan penyimpangan perilaku,” ujar Prima.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zahar Ali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X