PINRANG.24JAMNEWS.COM — Kabar duka menyelimuti wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, setelah pencarian panjang terhadap Alvaro Kiano Nugroho bocah 6 tahun yang hilang sejak Maret 2025 memasuki babak baru yang menyakitkan.
Setelah delapan bulan penelusuran tanpa hasil, polisi melaporkan temuan kerangka manusia yang diduga kuat adalah Alvaro. minggu, 23 November 2025
Dalam keterangan resminya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Nicolas Ary Lilipaly membenarkan telah mengamankan ayah tiri Alvaro sebagai langkah awal pengungkapan kasus tersebut.
“Iya, ayah tiri Alvaro yang ditangkap,” ujar Nicolas. Ia menegaskan bahwa proses identifikasi tetap harus dilakukan secara ilmiah sebelum kepastian dipublikasikan.
“Butuh kepastian dulu melalui pengecekan DNA,” tegas Nicolas.
Penemuan Kerangka Setelah Bulan-Bulan Pencarian Secara terpisah, Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam mengungkapkan bahwa Alvaro ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Baca Juga: Aktivitas Semeru Masih Tinggi, Warga Diminta Menjauhi Zona Merah hingga 20 Km
“Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ucap Alam dalam keterangan tertulisnya pada hari yang sama.
Polisi kini fokus mendalami penyebab kematian serta menelusuri keterlibatan pihak lain. Seala mengingatkan bahwa pencarian selama berbulan-bulan tidak berjalan mudah.
“Anak itu hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025,” ungkap Seala.
Baca Juga: 250 Ton Beras Ilegal Masuk Sabang Disegel, Menteri Pertanian Minta Pelaku Diusut
Ia menyebut berbagai hambatan, mulai dari rekaman CCTV yang terhapus hingga laporan keluarga yang tidak langsung masuk pada hari kejadian.
Kenangan Kakek di Hari Terakhir Melihat Sang Cucu Kakek Alvaro, Tugimin (71), pernah menggambarkan ciri-ciri cucunya saat terakhir kali terlihat sebelum menghilang.
Artikel Terkait
Wapres Gibran Pidato Sesi Kedua di KTT G20 Afrika Selatan, Sebut Program MBG Sebagai Investasi Strategis Indonesia
Bonjowi Ungkap 20 Dokumen Ijazah Jokowi yang Diminta ke UGM namun Tak Dipenuhi
250 Ton Beras Ilegal Masuk Sabang Disegel, Menteri Pertanian Minta Pelaku Diusut
Aktivitas Semeru Masih Tinggi, Warga Diminta Menjauhi Zona Merah hingga 20 Km
Kasus Korupsi Kepala Desa Melonjak Drastis, Kejaksaan Agung Kewalahan Tangani Ledakan Perkara di Semester I 2025