PINRANG.24JAMNEWS.COM - Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali terpantau pada minggu pagi, 23 November 2025, menandai bahwa kondisi gunung tersebut masih belum stabil setelah erupsi sebelumnya.
Berdasarkan pemantauan Pos Gunungapi Semeru, kondisi gunung tertutup mendung dengan embusan angin lemah mengarah ke barat laut. Status Level IV (Awas) pun masih diberlakukan sejak erupsi yang terjadi pada Rabu lalu.
Dalam laporan tersebut, terekam asap kawah mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter dari puncak.
Baca Juga: Status Semeru Melonjak ke Level ‘Awas’, Ratusan Warga Mengungsi dan Otoritas Tingkatkan Kesiagaan
Dua kali letusan juga menghasilkan kolom abu setinggi 500 sampai 700 meter ke barat daya. Pada hari keempat pascaerupsi, aktivitas kegempaan tercatat cukup intens, yakni 36 gempa letusan, dua gempa guguran, serta lima gempa hembusan.
PVMBG menegaskan kembali bahwa area dalam radius 8 kilometer dari puncak harus benar-benar kosong dari aktivitas.
Adapun kawasan di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer, dinyatakan sebagai zona paling berbahaya.
Baca Juga: Gempa 5,7 M Terparah dalam Dekade Terakhir Guncang Bangladesh, Korban 10 Tewas
Bagi warga di luar batas tersebut, imbauan untuk tetap menjaga jarak minimal 500 meter dari sempadan sungai tetap diberlakukan mengingat potensi bahaya awan panas, guguran lava, dan aliran lahar yang dapat bergerak cepat mengikuti aliran lembah.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma dalam peninjauan penanganan pengungsi, menyampaikan bahwa kegiatan pendidikan bagi anak-anak yang mengungsi akan segera dimulai kembali pada senin, 24 November 2025.
“Nanti pemulihan rumah-rumah sama sekolah, Senin juga anak-anak sudah mulai sekolah lagi,” ujar Yudha dalam keterangannya pada Sabtu, 22 November 2025.
Baca Juga: 250 Ton Beras Ilegal Masuk Sabang Disegel, Menteri Pertanian Minta Pelaku Diusut
Disisi lain, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, memastikan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian penuh terhadap penanganan erupsi Semeru.
“Tentu bencana ini merupakan perhatian khusus dari Bapak Presiden, instruksinya harus ditangani dengan cepat, tepat, dan juga tuntas. Makanya kami hadir memberikan support dan bantuan,” ucap Zita Anjani pada Sabtu, 22 November 2025.
Artikel Terkait
Peringatan Eks BIN pada Prabowo, Polemik Ijazah Jokowi hingga Tim Komisi Reformasi Polri Bisa Ganggu Legitimasinya di Mata Publik
Mobil Kecelakaan di Tol Bakter Lampung Berisi Puluhan Ekstasi hingga Temuan Lencana Polri, Polisi Sebut Sudah Amankan Rekaman CCTV
Anggota KKB Kodap XV Ditangkap di Keerom, Satgas Damai Cartenz Bongkar Pelarian Panjang Maam Taplo
Indonesia Dorong Akses Pembiayaan Adil bagi Negara Berkembang di KTT G20 Johannesburg
Bonjowi Ungkap 20 Dokumen Ijazah Jokowi yang Diminta ke UGM namun Tak Dipenuhi