PINRANG.24JAMNEWS.COM - Visi besar menuju Indonesia Emas 2045 dipastikan bukan sekadar hiasan kata-kata, melainkan peta jalan nyata yang menuntut kerja keras lintas generasi melalui program Asta Cita.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan akselerasi ekonomi yang inklusif sekaligus menjaga ketahanan nasional tetap stabil.
Upaya ini dilakukan demi memastikan setiap lapisan warga dapat merasakan buah dari pembangunan secara adil.
Baca Juga: Pegawai Pajak Terjerat Hukum, Sikap Kemenkeu Ini Bikin Banyak Orang Bertanya
Guna merealisasikan target ambisius tersebut, pemerintah kini mengandalkan sinergi dari tiga instrumen pertumbuhan pokok, yaitu sektor fiskal, keuangan, dan investasi.
Penyelarasan ketiga elemen ini dianggap krusial dalam memperkuat struktur ekonomi domestik. Hal tersebut disampaikan Menkeu saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung secara virtual pada Selasa, 13 Januari 2026.
“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ujar Purbaya.
Pada pilar fiskal, fokus utama terletak pada efisiensi belanja negara agar tersalurkan secara akurat, tepat waktu, serta menutup celah kebocoran anggaran.
Sementara di ranah keuangan, penguatan kolaborasi dengan otoritas moneter terus dipacu agar seirama dengan kebijakan fiskal pusat.
Adapun dari aspek investasi, pemerintah telah mengaktifkan satuan tugas khusus untuk mengurai berbagai hambatan birokrasi melalui mekanisme evaluasi mingguan demi menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Baca Juga: Layanan Keagamaan di Aceh Jadi Prioritas, Kemenag Gerak Cepat Pulihkan Masjid dan KUA Pasca-Banjir
Purbaya meyakini bahwa integrasi yang solid antara kebijakan moneter dan sektor riil akan membawa dampak signifikan bagi laju perekonomian nasional.
“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” jelasnya.
Artikel Terkait
Bukan Penggeledahan, Kemenhut Buka Suara Soal Kedatangan Tim Kejagung ke Ditjen Planologi
Skandal Kuota Haji 2024: KPK Jerat Mantan Menteri Agama dan Staf Khusus Jadi Tersangka
Heboh Pelaporan Kasus 'Mens Rea', Pandji Pragiwaksono Akhirnya Buka Suara dari New York
Disangka Relawan Luar Negeri, Menkes Ungkap Alasan Tim Medis Masuk Aceh Via Malaysia
Jerat KUHP Baru Mengancam Pandji Pragiwaksono, Abraham Samad Endus Kejanggalan Hukum