PINRANG.24JAMNEWS.COM - Gelombang protes yang berujung pada laporan polisi tidak membuat nyali komika papan atas, Pandji Pragiwaksono, ciut.
Setelah namanya ramai diperbincangkan akibat materi komedi dalam pertunjukan bertajuk 'Mens Rea' yang dinilai menyinggung ormas besar, Pandji akhirnya muncul untuk memberikan pernyataan perdana terkait kondisinya saat ini.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya @pandji.pragiwaksono, Pandji mengonfirmasi bahwa dirinya saat ini masih berada di Amerika Serikat untuk urusan pekerjaan.
Baca Juga: Mengulas Batas Kritik dan Pidana: Pembelaan Mahfud MD untuk Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea'
Meski tengah dibayangi persoalan hukum di tanah air, ia menegaskan bahwa keadaannya tetap stabil dan mengapresiasi dukungan yang mengalir kepadanya.
"Hai apa kabar Indonesia, saya hanya ingin bilang terima kasih untuk dukungannya, untuk doanya, banyak banget yang mendoakan. Doa yang baik-baik untuk saya, dan saya baik-baik saja," ungkap Pandji pada Jumat, 9 Januari 2026.
Perseteruan ini bermula ketika Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah mendatangi Polda Metro Jaya untuk mempolisikan sang komika atas dugaan pencemaran nama baik.
Baca Juga: Bukan Penggeledahan, Kemenhut Buka Suara Soal Kedatangan Tim Kejagung ke Ditjen Planologi
Materi dalam 'Mens Rea' yang disiarkan lewat platform digital dianggap bukan sekadar candaan, melainkan berisi fitnah yang berpotensi memicu keretakan di tengah masyarakat.
Di tengah situasi panas tersebut, Pandji memilih untuk tetap menyebarkan pesan positif kepada para penggemarnya di Indonesia.
Ia berharap agar ekosistem komedi tunggal di tanah air tetap hidup dan ia tetap diberi kesempatan untuk terus berkarya.
Baca Juga: Podcast Ahok–Denny Sempat Menghilang, Isi Obrolannya Kini Jadi Sorotan Publik
"Dan terima kasih sudah mencintai kesenian stand up comedy semoga saya masih bisa banyak memberi komedi untuk kalian," tandasnya.
Pihak pelapor sendiri merasa langkah hukum ini perlu diambil karena keresahan yang mendalam di kalangan generasi muda dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Artikel Terkait
Heboh Perbandingan Harga Sumur Bor Korban Bencana: Versi Warga Aceh Rp15 Juta vs Estimasi Pejabat Rp150 Juta
Terseret Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Aliran Dana Miliaran
Incar Optimalisasi PNBP, Kaban Pemulihan Aset Kejaksaan RI Sidak Deretan Supercar Sitaan
Gebrakan PSSI Tunjuk John Herdman, Mampukah Sang Ahli Taktik Lampaui Warisan Shin Tae-yong?
Skandal Kuota Haji 2024: KPK Jerat Mantan Menteri Agama dan Staf Khusus Jadi Tersangka