• Sabtu, 18 April 2026

Diplomasi Ekonomi AS-Indonesia: Perjanjian ART Amankan Tarif 0 Persen untuk Ribuan Produk Ekspor

Photo Author
Zahar Ali, Pinrang 24 Jam
- Rabu, 4 Maret 2026 | 00:23 WIB
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto memberikan penjelasan mengenai keuntungan strategis perjanjian perdagangan ART antara Indonesia dan Amerika Serikat (Dok. Ekon RI)
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto memberikan penjelasan mengenai keuntungan strategis perjanjian perdagangan ART antara Indonesia dan Amerika Serikat (Dok. Ekon RI)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Langkah taktis diambil Pemerintah Indonesia dalam memperkuat posisi dagang di pasar internasional melalui kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS).

Strategi diplomasi ekonomi ini dirancang untuk memperlebar akses pasar bagi komoditas unggulan nasional sekaligus memitigasi hambatan non-tarif yang selama ini mengganjal arus ekspor bilateral antara kedua negara.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa seluruh proses perundingan telah melibatkan koordinasi ketat antar-lembaga.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Ojek Online Juga Kebagian Bonus Hari Raya

Ia menekankan bahwa pemberlakuan kesepakatan ini tetap tunduk pada mekanisme hukum domestik, termasuk prosedur ratifikasi melalui DPR atau penetapan via Peraturan Presiden (Perpres).

“Kesepakatan tersebut akan berlaku efektif 90 hari setelah kedua negara saling menyampaikan keterangan tertulis bahwa seluruh prosedur hukum nasional masing-masing negara telah selesai dilaksanakan,” jelas Haryo, dikutip dari situs resmi Kemenko Perekonomian, Selasa, 3 Maret 2026.

"Indonesia dan AS juga telah sepakat untuk membentuk mekanisme konsultasi bilateral untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan implementasi ART," tambahnya.

Baca Juga: Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah Akibat Eskalasi Keamanan di Timur Tengah

Manfaat nyata dari perjanjian ini menyasar sektor-sektor krusial yang menyerap lebih dari 4 juta tenaga kerja. Indonesia berhasil mengamankan tarif nol persen untuk 1.819 pos tarif produk industri dan pertanian.

Komoditas seperti minyak kelapa sawit, karet, kopi, rempah-rempah, hingga komponen elektronik dan pesawat kini memiliki daya saing lebih tinggi di pasar AS. Tak hanya itu, produk tekstil dan apparel asal tanah air juga mendapatkan keistimewaan serupa.

Pemerintah menjamin bahwa kerja sama ini tidak akan menggoyahkan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Tenaga Pendidik: Seskab Teddy Ungkap Kenaikan Insentif dan Transformasi Penyaluran Tunjangan Guru

Indonesia tetap memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah kebijakan nasional tanpa harus terikat pada blok kekuatan tertentu atau secara otomatis mengikuti regulasi domestik Amerika Serikat di masa depan.

”Pemerintah Indonesia tentunya akan terus cermat mengamati situasi geopolitik global dan berhati-hati dalam melanjutkan proses yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan perjanjian ART,” pungkas Haryo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zahar Ali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X