• Sabtu, 18 April 2026

Jalan Rusak Parah di Dusun Bottae Hambat Aktivitas Warga, Lubang dan Aspal Terkelupas Mengancam Keselamatan

Photo Author
Zahar Ali, Pinrang 24 Jam
- Selasa, 24 Februari 2026 | 21:24 WIB
Genangan air melintasi ruas jalan bak sungai  saat musim hujan akibat tidak adanya saluran  drainase (Z.A)
Genangan air melintasi ruas jalan bak sungai saat musim hujan akibat tidak adanya saluran drainase (Z.A)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Kondisi infrastruktur jalan di Dusun Bottae, Desa Makkawaru, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan.

Sebagai satu-satunya akses keluar masuk dusun, jalan utama ini mengalami kerusakan berat yang menghambat mobilitas dan mengancam kesehatan warga setempat.

Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan aspal yang telah lama terkelupas, menyisakan kerikil tajam dan lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang jalur.

Baca Juga: Kapolda Sulsel Klarifikasi Kematian Bripda Dirja Pratama, Satu Tersangka Diamankan dan Lima Diperiksa

Kondisi ini membuat perjalanan yang seharusnya singkat menjadi penuh risiko bagi pengendara motor maupun mobil.

Nasrul, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kegelisahannya atas kondisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi warga berubah seiring pergantian musim, namun tingkat bahayanya tetap sama.

Baca Juga: Kematian Janggal Bripda DP di Mapolda Sulsel: Keluarga Temukan Luka Lebam dan Desak Pengusutan Tuntas

"Kami sudah merasakan kondisi jalan rusak ini bertahun-tahun. Jalan ini satu-satunya akses masuk ke dusun, jadi tidak ada jalur alternatif. Aspalnya sudah hancur total di banyak tempat, menyisakan kerikil dan lubang yang dalam," ujar Nasrul dengan nada kecewa, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa saat musim kemarau, debu menjadi musuh utama. udara yang kotor sering kali membuat pengendara sesak napas.

"Debu mengepul setiap ada kendaraan lewat. Kami sering kesulitan bernapas kalau harus membuntuti kendaraan lain, dan mau menyalip pun takut karena lubangnya besar-besar," tambahnya.

Baca Juga: Bripda Mesias Siahaya Dipecat Usai Pukul Pelajar, Kapolda Maluku Tegaskan Tak Toleransi Kekerasan

Kerusakan ini diperparah oleh ketiadaan sistem drainase yang berfungsi. Saat hujan turun, air meluap ke badan jalan dan mempercepat pengikisan material aspal yang sudah rapuh.

Lubang-lubang jalan seringkali tertutup genangan air kotor, yang kerap menjadi jebakan bagi pengendara yang tidak hafal medan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zahar Ali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X