PINRANG.24JAMNEWS.COM - Kondisi infrastruktur jalan di Dusun Bottae, Desa Makkawaru, Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang, kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Sebagai satu-satunya akses keluar masuk dusun, jalan utama ini mengalami kerusakan berat yang menghambat mobilitas dan mengancam kesehatan warga setempat.
Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan aspal yang telah lama terkelupas, menyisakan kerikil tajam dan lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang jalur.
Kondisi ini membuat perjalanan yang seharusnya singkat menjadi penuh risiko bagi pengendara motor maupun mobil.
Nasrul, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kegelisahannya atas kondisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi warga berubah seiring pergantian musim, namun tingkat bahayanya tetap sama.
"Kami sudah merasakan kondisi jalan rusak ini bertahun-tahun. Jalan ini satu-satunya akses masuk ke dusun, jadi tidak ada jalur alternatif. Aspalnya sudah hancur total di banyak tempat, menyisakan kerikil dan lubang yang dalam," ujar Nasrul dengan nada kecewa, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menambahkan bahwa saat musim kemarau, debu menjadi musuh utama. udara yang kotor sering kali membuat pengendara sesak napas.
"Debu mengepul setiap ada kendaraan lewat. Kami sering kesulitan bernapas kalau harus membuntuti kendaraan lain, dan mau menyalip pun takut karena lubangnya besar-besar," tambahnya.
Baca Juga: Bripda Mesias Siahaya Dipecat Usai Pukul Pelajar, Kapolda Maluku Tegaskan Tak Toleransi Kekerasan
Kerusakan ini diperparah oleh ketiadaan sistem drainase yang berfungsi. Saat hujan turun, air meluap ke badan jalan dan mempercepat pengikisan material aspal yang sudah rapuh.
Lubang-lubang jalan seringkali tertutup genangan air kotor, yang kerap menjadi jebakan bagi pengendara yang tidak hafal medan.
Artikel Terkait
Aspirasi Warga Dolangang: Keluhkan Jalan Tani Bak Kubangan hingga Harapan Sumur Bor
Banyak Warga Tak Terdaftar BPJS Gratis, Andi Iccang Buka Fakta Saat Reses di Mattiro Bulu
Usai Sidang KKEP, Polri Resmi PTDH Eks Kapolres Bima Kota Terkait 16,3 Gram Sabu
Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Hasil Autopsi Ungkap Luka Bakar dan Dugaan Kekerasan Ibu Tiri
Komisi III DPR Desak Sanksi Maksimal untuk Ibu Tiri di Sukabumi: Kasus Nizam Jadi Perhatian Serius