• Sabtu, 18 April 2026

Transformasi Energi Nasional: Pemerintah Siapkan Skema Percepatan Konversi 120 Juta Motor Listrik

Photo Author
Zahar Ali, Pinrang 24 Jam
- Kamis, 5 Maret 2026 | 23:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers terkait rencana percepatan program konversi motor listrik di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta (Dok. presidenri)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan pers terkait rencana percepatan program konversi motor listrik di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta (Dok. presidenri)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Pemerintah Indonesia tengah menyusun strategi besar untuk mengakselerasi adopsi kendaraan ramah lingkungan sebagai pilar utama transisi energi nasional.

Dalam arahannya usai pertemuan terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis, 5 Maret 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan fokus pemerintah pada konversi massal sepeda motor berbahan bakar bensin ke tenaga listrik.

Langkah ini menjadi krusial mengingat populasi kendaraan roda dua di tanah air saat ini telah menembus angka 120 juta unit.

Baca Juga: Indonesia Cetak Sejarah: Ekspor Perdana Ribuan Ton Beras Premium ke Arab Saudi Resmi Dilepas

Upaya transformasi ini akan dilakukan secara gradual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang semakin efisien. Bahlil optimistis bahwa pergeseran beban energi dari fosil ke listrik akan memberikan dampak signifikan pada ketahanan energi nasional.

“Kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media.

Program konversi ini sejatinya bukan hal baru, namun pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan skala dan kecepatannya.

Baca Juga: Menaker Tegaskan THR 2026 Wajib Dibayar Penuh: Dilarang Cicil dan Paling Lambat H-7 Lebaran

Jika sebelumnya rata-rata konversi mencapai 200 ribu unit per tahun, ke depan angka tersebut diproyeksikan melonjak seiring dengan biaya teknologi yang kian kompetitif.

Saat ini, estimasi biaya konversi telah menyentuh angka yang lebih terjangkau bagi kantong masyarakat luas.

“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta (rupiah), jadi semakin ke sini semakin murah,” jelasnya.

Baca Juga: Skandal Anggaran Makan Bergizi Gratis: KPK Selidiki Celah Korupsi di Tengah Isu Mark Up Bahan Baku

Untuk mendukung ambisi tersebut, otoritas terkait sedang memformulasikan berbagai skema bantuan dan dukungan finansial.

Kehadiran negara dalam penyediaan insentif diharapkan dapat menstimulasi minat pemilik kendaraan untuk segera beralih ke teknologi yang lebih bersih tanpa terbebani biaya investasi awal yang tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zahar Ali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X