PINRANG.24JAMNEWS.COM - Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali membuktikan dominasinya sebagai pilar ketahanan pangan nasional melalui gelaran panen raya padi periode Oktober–Maret.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati Nurkanaah dan jajaran Forkopimda, memimpin langsung prosesi panen di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Rabu, 18 Februari 2026.
Kegiatan ini mencatatkan capaian luar biasa dengan tingkat produktivitas mencapai 9 hingga 10 ton per hektare.
Baca Juga: Ratusan Pengusaha Pangan Kena Tegur, Satgas Pangan Polri Temukan Pelanggaran Jelang Ramadan
Sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi pertanian, Bupati Syaharuddin secara simbolis mengoperasikan mesin combine harvester, menegaskan efisiensi mekanisasi dalam menggenjot hasil produksi tani di wilayahnya.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin merinci potensi ekonomi yang fantastis dari keberhasilan panen kali ini.
Dengan harga pasar yang mencapai Rp7.300 per kilogram, satu hektare sawah mampu menghasilkan pendapatan bruto sekitar Rp73 juta.
Baca Juga: Gema Ramadan di Bumi Lasinrang: Puluhan Peserta Semarakkan Pawai Patrol Pinrang
"Karena tingginya permintaan dari luar daerah, distribusi gabah diatur ke berbagai wilayah, antara lain Kalimantan, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Jakarta, dan Surabaya," terangnya.
Keberhasilan di Kelurahan Lakessi, yang memiliki luas lahan 160 hektare, diproyeksikan menyumbang nilai ekonomi hingga Rp11,68 miliar.
Bupati juga menantang para petani untuk menerapkan sistem Indeks Pertanaman 300 (IP300) guna meningkatkan frekuensi panen menjadi tiga kali setahun, dengan jaminan dukungan penuh terhadap infrastruktur pengairan.
Baca Juga: Banyak Warga Tak Terdaftar BPJS Gratis, Andi Iccang Buka Fakta Saat Reses di Mattiro Bulu
“Mari kita lakukan IP300 di wilayah ini. Kalau persoalan air, saya yang urus. Jika ini dilakukan lima kelompok tani secara kompak, saya kasih hadiah nanti,” ujarnya.
Sejalan dengan optimisme tersebut, Kepala Bulog Sidrap Ivan Faisal menargetkan penyerapan gabah di Sidrap mencapai 200.000 ton pada tahun 2026.