PINRANG.24JAMNEWS.COM - Indonesia secara resmi menyatakan empati mendalam atas berpulangnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam sebuah serangan militer pada awal Maret 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa melalui saluran diplomatik sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh berpengaruh di kawasan Timur Tengah tersebut.
Pernyataan resmi ini dirilis oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca Juga: Transformasi Energi Nasional: Pemerintah Siapkan Skema Percepatan Konversi 120 Juta Motor Listrik
Langkah diplomatik ini diambil guna menunjukkan solidaritas Indonesia terhadap bangsa Iran yang tengah menghadapi masa berkabung nasional.
Presiden Prabowo mengirimkan surat khusus yang menegaskan hubungan persahabatan kedua negara tetap terjaga meski dalam situasi geopolitik yang dinamis.
“Presiden Prabowo Subianto menulis surat dukacita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026,” tulis Seskab Teddy.
Baca Juga: Indonesia Cetak Sejarah: Ekspor Perdana Ribuan Ton Beras Premium ke Arab Saudi Resmi Dilepas
Surat formal tersebut dialamatkan langsung kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Di dalamnya, Pemerintah Indonesia mengekspresikan simpati yang tulus serta penghormatan terakhir bagi mendiang yang memiliki peran sentral dalam arah politik dan kehidupan sosial masyarakat Iran selama puluhan tahun.
“Surat resmi yang berisi belasungkawa mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei tersebut ditujukkan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian,” lanjut Seskab.
Sebagai bentuk penghormatan diplomatik dari pemerintah Indonesia, Menteri Luar Negeri Sugiono menyerahkan langsung dokumen tersebut kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Baca Juga: Menaker Tegaskan THR 2026 Wajib Dibayar Penuh: Dilarang Cicil dan Paling Lambat H-7 Lebaran
Prosesi penyerahan dilakukan di Jakarta, bertepatan dengan persiapan upacara pemakaman kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung di Mashhad, kota suci terbesar kedua di Iran.
Melalui pesan diplomatik ini, Indonesia berharap rakyat Iran diberikan ketabahan dalam menghadapi kehilangan besar tersebut.