PINRANG.24JAMNEWS.COM - Kematian tragis seorang remaja berusia 12 tahun berinisial NS warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulond Sukabumi, Jawa Barat, kini tengah menjadi sorotan tajam publik setelah dugaan kekerasan fisik mencuat ke permukaan.
Insiden yang melibatkan lingkungan domestik ini memicu perdebatan luas di jagat maya menyusul beredarnya rekaman memilukan saat korban menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum mengembuskan napas terakhir.
Peristiwa ini bermula saat kondisi kesehatan NS menurun drastis ketika sang ayah, Anwar Satibi, sedang bekerja di luar kota.
Baca Juga: Revitalisasi Taman Semanggi Rp134 Miliar Dimulai, Pramono Anung Pastikan Tanpa APBD
Anwar mengaku terkejut melihat perubahan fisik anaknya yang sangat kontras dibandingkan saat ia berangkat bekerja.
“Pas pulang, sebelum berangkat kan belum terjadi apa-apa. Maksudnya kulitnya belum hancur, belum apa-apa,” ucap Anwar kepada awak media di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi pada Jumat, 20 Februari 2026.
Anwar menambahkan bahwa istrinya sempat berdalih bahwa kondisi kulit yang melepuh tersebut hanyalah akibat demam biasa. Namun, ia merasa ada keganjilan yang sangat besar.
Baca Juga: Usai Sidang KKEP, Polri Resmi PTDH Eks Kapolres Bima Kota Terkait 16,3 Gram Sabu
“Pas pulang kondisinya sangat jauh dari sebelumnya,” imbuhnya.
Berdasarkan pengakuan Anwar, tindakan kasar yang diduga dilakukan oleh ibu tiri korban bukanlah yang pertama kali terjadi.
Setahun silam, saat NS masih duduk di bangku kelas 6 SD, kasus serupa sempat dilaporkan ke pihak berwajib namun berakhir dengan perdamaian melalui surat pernyataan.
Baca Juga: Gudang Bekas Kandang Ayam Jadi Pabrik Mie Berformalin, Polda Jabar Amankan Tersangka di Garut
“Sebelumnya dulu juga pernah terjadi penganiayaan, saya laporkan, cuma istri saya datang memohon, sujud ke saya dan akhirnya saya minta saran ke Pak Asep dan tidak ada salahnya memaafkan siapa tahu berubah,” terangnya.
Meski sempat dimaafkan, Anwar menegaskan bahwa secara administratif laporan kepolisian tersebut belum sepenuhnya dicabut hingga saat ini.