PINRANG.24JAMNEWS.COM - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menegaskan komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui jalur pendidikan.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui penguatan program Sekolah Rakyat dan pengembangan Sekolah Unggul Garuda yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Budiman menyoroti adanya ketimpangan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia yang lahir dari keluarga kurang mampu.
Baca Juga: OTT KPK di Bengkulu: Bupati Rejang Lebong Terjerat Skandal Ijon Proyek demi Fee Lebaran
Menurutnya, potensi besar anak bangsa seringkali terhambat oleh keterbatasan ekonomi.
“Karena itu Presiden Prabowo Subianto memperluas program Sekolah Rakyat,” ujar Budiman melalui pesan video bertajuk Indonesia in 60 Seconds yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam satu tahun terakhir, program Sekolah Rakyat telah menunjukkan hasil nyata dengan menjangkau sekitar 22 ribu siswa di 166 sekolah.
Baca Juga: Akhir Pelarian Jimmy Lie: Buron Red Notice Penyuap Sertifikat Tanah Rp1,7 Miliar Ditangkap!
Tidak berhenti di situ, pemerintah memasang target ambisius untuk membangun 100 Sekolah Rakyat baru pada tahun ini demi memperluas jangkauan mobilitas sosial masyarakat.
Selain pendidikan dasar melalui Sekolah Rakyat, pemerintah juga fokus pada penguasaan teknologi melalui Sekolah Unggul Garuda.
Program ini dirancang terintegrasi dengan kampus-kampus baru untuk mencetak tenaga ahli di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics).
Baca Juga: Skandal Setoran Bandar Narkoba: Mantan Kasat Narkoba Polres Torut Resmi Dipecat!
Budiman menegaskan bahwa anak-anak Indonesia harus dipersiapkan menjadi pencipta dan peneliti, bukan sekadar penonton di era digital yang kompetitif.
“Masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan, tetapi oleh kesempatan untuk belajar dan berkembang,” tegas Budiman.
Artikel Terkait
Perkuat Stabilitas Nasional, Kapolri Sebut Buruh dan Ojol Sebagai Sabuk Kamtibmas Menuju Indonesia Emas 2045
BNN Bongkar Lab Narkoba Jaringan Rusia di Gianyar via Paket Misterius Cina, 2 WNA Diringkus
Status Tersangka Nabilah O'Brien Resmi Dicabut, Komisi III DPR RI Soroti Potensi Salah Peradilan
Status Tersangka Nabilah O'Brien Dicabut, Komisi III DPR: Kenapa Polisi Cari-Cari Kesalahan Korban?
Polemik Seragam Hijab RS Fatima: Sekda Parepare Turun Tangan Temui Manajemen