PINRANG.24JAMNEWS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) menerapkan pendekatan verifikasi lapangan yang ketat untuk menyaring penerima manfaat program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif prioritas Presiden Prabowo yang ditujukan bagi anak-anak di bawah garis kemiskinan.
Berbeda dengan mekanisme penyaluran bantuan sosial pada umumnya, Kemensos mengombinasikan data formal dengan peninjauan langsung untuk meminimalkan kekeliruan target.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menjelaskan bahwa meskipun instansinya telah memiliki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pihaknya tetap melakukan validasi berlapis guna menjamin akurasi peserta didik.
Baca Juga: Lika-liku Menuju Desa Terpencil di Aceh Tengah, Relawan Ini Bagikan Momen Perjalanan Penuh Tantangan
Hal ini disampaikan dalam forum daring Jaringan Pemred Promedia (JPP), pada Selasa, 20 Januari 2026.
“Pendekatan kita beda dari yang bansos. Awalnya bergerak dari DTSEN dulu, setelah itu untuk memastikan kami tidak langsung percaya 100 persen pada data, karena pasti ada margin errornya,” ucap Rico.
Proses seleksi ini melibatkan kolaborasi intensif antara pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Kunjungi Inggris, Prabowo Tegaskan Kemitraan Ekonomi Indonesia-Inggris Strategis dan Menguntungkan
Setiap profil anak yang diajukan wajib diverifikasi dan mendapatkan persetujuan resmi dari kepala daerah setempat sebelum dinyatakan layak mengikuti program.
“Kemudian nanti bukan hanya satu saja. Nanti pendamping PKH, teman-teman dari Pemda juga melakukan penjangkauan dan masing-masing harus ditampilkan profil anaknya untuk diajukan, ditandatangani kepala daerah,” paparnya.
Rico turut membagikan pengalaman timnya saat menemukan kasus anak yang luput dari pendataan di pedalaman Katingan, Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Capaian PNBP Melonjak 734 Persen, Jaksa Agung ST Burhanuddin Bidik Penguatan Anggaran 2026 di DPR
Anak bernama Alfiyanur tersebut ditemukan tinggal di tengah hutan bersama kakaknya, jauh dari akses infrastruktur dasar.
“Saya penasaran kok aneh ini, ada orang tinggal di hutan sama kakaknya tapi tidak ketahuan,” ujarnya.
Artikel Terkait
Hari Ketiga Evakuasi: Korban dan ELT Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung
Pangdam XIV Hasanuddin Ajak Warga Tompobulu Perkuat Tim SAR di Bulusaraung
Tim SAR Perluas Area Penyisiran pada Hari Keempat Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulu Saraung
KPK Tetapkan Bupati Pati Sudewo Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa
Sebut Sabotase Ekonomi, Pakar Hukum Dukung Mentan Amran Bongkar Penyelundupan Beras di Karimun