PINRANG.24JAMNEWS.COM - Langkah berani Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mengungkap skandal penyelundupan beras di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi.
Pakar Hukum Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, menilai tindakan tegas tersebut sangat krusial karena praktik ilegal ini bukan sekadar pelanggaran administrasi biasa, melainkan bentuk sabotase terhadap ekonomi nasional.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Mentan Amran di kawasan Bea Cukai setempat, terungkap adanya upaya memasok 1.000 ton beras ilegal.
Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Pati Sudewo Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa
Dari jumlah tersebut, sebanyak 345 ton ditemukan masih tersimpan di gudang. Modus yang digunakan adalah mengangkut beras menggunakan enam kapal dari wilayah FTZ Tanjung Pinang menuju daerah sentra produksi seperti Riau dan Palembang.
Pola distribusi ini dianggap janggal lantaran beras dikirim dari daerah non-produsen ke wilayah yang justru memiliki surplus pangan.
Azmi menegaskan bahwa kejahatan ini memiliki dimensi yang luas karena melanggar regulasi karantina sekaligus prosedur kepabeanan secara akumulatif.
Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten sangat diperlukan untuk melindungi visi kedaulatan pangan dan swasembada beras yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini kejahatan multilapis, yaitu tindakan yang melanggar regulasi karantina dan prosedur kepabeanan secara kumulatif, serta mengandung delik pidana ekonomi yang kuat untuk memberikan efek jera yang maksimal kepada para aktor intelektualnya,” ujar Azmi, Selasa, 20 Januari 2026.
Selain mengganggu stabilitas ekonomi, masuknya beras ilegal ini diprediksi akan berdampak sistemik terhadap kesejahteraan petani lokal.
Baca Juga: Pangdam XIV Hasanuddin Ajak Warga Tompobulu Perkuat Tim SAR di Bulusaraung
Kehadiran komoditas ilegal di pasar domestik berpotensi merusak harga dan menghianati kerja keras para petani yang selama ini menyokong ketahanan pangan nasional.
Mentan Amran sebelumnya telah menginstruksikan agar kasus ini diusut secara mendalam hingga menyentuh dalang di balik operasi tersebut.
Artikel Terkait
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung, Tim SAR Fokus Cari Korban
Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Tim Temukan Satu Korban
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung Tertunda, Cuaca Ekstrem Hambat Tim SAR
Medan Ekstrem di Bulusaraung Jadi Ujian Operasi Kemanusiaan Pangdam Hasanuddin
Tiga Hari Sejak Pesawat Jatuh, Basarnas Kejar Golden Time dan Sudah Temukan Dua Korban