PINRANG.24JAMNEWS.COM - Kritik terhadap pola penanganan bantuan bagi warga terdampak bencana di Sumatera kembali mengemuka.
Dalam beberapa agenda resmi DPR, sejumlah legislator meminta pemerintah meninjau ulang metode pengiriman bantuan lewat udara yang dianggap tidak manusiawi serta berpotensi membahayakan masyarakat.
Dalam rapat Komisi IV DPR bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Anggota Fraksi Golkar Firman Soebagyo mengingatkan bahwa distribusi bantuan harus dilakukan dengan cara yang lebih beradab.
Baca Juga: Menhut Raja Juli Ungkap Jejak Awal Kayu Gelondongan yang Hanyut saat Banjir Bandang di Sumatera
Ia menilai masih ada praktik yang tidak pantas dalam penyaluran bantuan, termasuk pelemparan beras dari helikopter yang sempat menjadi sorotan publik.
Pada kesempatan itu, Firman menyampaikan peringatannya kepada pejabat daerah agar lebih memperhatikan etika ketika memberikan pertolongan kepada korban.
“Saya minta kepada pejabat yang ada di daerah juga, ketika membantu para korban hendaklah yang sopan,” ucap Firman dalam rapat yang digelar pada Kamis, 4 Desember 2025.
Baca Juga: Polisi Jemput Paksa Selebgram Lisa Mariana Terkait Kasus Video Asusila
Ia kembali menegaskan contoh praktik yang dinilai keliru tersebut.
“Tidak perlu memberikan beras dilempar-lempar dari helikopter,” imbuhnya.
Firman juga meminta agar proses penyaluran bantuan tidak dijadikan ajang pencitraan dan dilakukan setulus mungkin tanpa drama yang tidak diperlukan.
Baca Juga: Tim LCC SMA Negeri 7 Pinrang Wakili Kabupaten Pinrang pada Ajang Provinsi Sulawesi Selatan
“Bu Ketua kemarin datang langsung menyerahkan. Enggak perlu ada yang pencitraan dipanggul dan sebagainya. Ini mohonlah. Serahkan langsung gitu,” tutur Firman.
Di kesempatan berbeda, Ketua DPR RI Puan Maharani turut menyoroti praktik distribusi bantuan dari udara.
Artikel Terkait
Bupati Aceh Timur Luapkan Kekecewaan soal Minimnya Respons Satpol PP Saat Banjir Bandang
Donasi 10,3 Miliar Terkumpul dalam Sehari, Ferry Irwandi Buktikan Aksi Nyata untuk Korban Banjir Sumatra
AHY Tinjau Kerusakan Jalur Nasional Lembah Anai, Tegaskan Negara Hadir Pulihkan Konektivitas
Pejabat Dinas Pertanian Toraja Utara Resmi Jadi Tersangka Korupsi Proyek Irigasi 2024
Menkeu Ingatkan Bea Cukai, Dirjen Djaka: Itu Koreksi, Kami Akan Berbenah