PINRANG.24JAMNEWS.COM - Pemerintah mulai mengurai asal-usul tumpukan kayu gelondongan yang ditemukan hanyut saat banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut pihaknya telah mengantongi data awal terkait dugaan aktivitas yang memicu keberadaan kayu tersebut, dan kini tengah menelusuri pihak-pihak yang mungkin terlibat.
Dalam keterangannya di Mabes Polri pada Kamis, 4 Desember 2025, Menteri Raja Juli menegaskan bahwa pengumpulan informasi awal sudah dilakukan oleh tim di lapangan.
Baca Juga: Polisi Jemput Paksa Selebgram Lisa Mariana Terkait Kasus Video Asusila
“Belum pada tahap pemeriksaan tapi identifikasi subjek-subjek hukum yang mungkin terlibat sudah dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa temuan sementara mengarah pada sejumlah kemungkinan praktik ilegal maupun aktivitas pengelolaan lahan yang tidak sesuai ketentuan.
Beberapa dugaan antara lain adalah praktik penebangan liar, pembukaan lahan sawit atau tambang, hingga tumpukan kayu yang terbawa arus saat banjir dan longsor.
Baca Juga: Tim LCC SMA Negeri 7 Pinrang Wakili Kabupaten Pinrang pada Ajang Provinsi Sulawesi Selatan
“Apakah itu berasal dari ilegal logging dari pembukaan lahan sawit atau tambang kemudian kayu ditumpuk ketika ada banjir longsor terdorong ke sungai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu dugaan lain berasal dari area yang berada di bawah Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT).
Kawasan tersebut termasuk hutan di area pengelolaan lain atau berada di areal penggunaan lain (APL), yang kerap dijadikan modus pencucian kayu.
Baca Juga: Kritik Tajam untuk Menkeu: DPR Soroti Pemotongan TKD Kaltim hingga 73 Persen
Temuan ini, menurutnya, akan didalami bersama dan dilaporkan dalam proses penyelidikan selanjutnya.
“Apakah itu dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) jadi hutan yang ada di area pengelolaan lain jadi hutan yang tidak di kawasan tapi di areal penggunaan lain (APL) itu jadi salah satu modus pencucian kayu itu yang akan bersama-bersama dalami dan nanti akan dilaporkan,” ujarnya.
Artikel Terkait
Mahfud MD Soroti Kerusakan Lingkungan dan Kriminalisasi Aktivis, Desak Negara Bertindak Tegas
Donasi 10,3 Miliar Terkumpul dalam Sehari, Ferry Irwandi Buktikan Aksi Nyata untuk Korban Banjir Sumatra
AHY Tinjau Kerusakan Jalur Nasional Lembah Anai, Tegaskan Negara Hadir Pulihkan Konektivitas
Pejabat Dinas Pertanian Toraja Utara Resmi Jadi Tersangka Korupsi Proyek Irigasi 2024
Menkeu Ingatkan Bea Cukai, Dirjen Djaka: Itu Koreksi, Kami Akan Berbenah