nasional

3 Prajurit RI Gugur di Lebanon, Pemerintah Desak PBB Bertindak

Sabtu, 4 April 2026 | 23:58 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan para prajurit yang gugur (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Ketiga prajurit tersebut adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan para prajurit yang gugur.

Baca Juga: WFH ASN Sulsel Tiap Jumat, Warga Tak Perlu Khawatir Layanan Publik

“Kita semua mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga arwah para kusuma bangsa ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu, 4 April 2026.

Selain korban gugur, pemerintah juga menerima laporan adanya tiga prajurit TNI lainnya yang mengalami luka-luka dan masih dalam penanganan.

Desak Investigasi dan Keamanan Pasukan

Pemerintah Indonesia menilai insiden ini sebagai peristiwa serius yang tidak dapat dibenarkan. Melalui Perwakilan Tetap di New York, Indonesia telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menggelar rapat darurat.

Baca Juga: UMKM Pinrang Kini Lebih Mudah Akses Modal, Pemkab dan BTN Perkuat Sinergi Pembiayaan

Permintaan tersebut telah disetujui oleh Prancis sebagai penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan PBB.

“Rapat luar biasa Dewan Keamanan, kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian dan menuntut investigasi menyeluruh,” tegas Sugiono.

Ia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian bertugas menjaga stabilitas, bukan melakukan operasi tempur.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Bitung dan Ternate, Satu Tewas, Video Kepanikan di Hotel Manado Viral

Situasi Konflik dan Evaluasi UNIFIL

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon, yang dinilai berpotensi membahayakan pasukan perdamaian PBB.

Pemerintah Indonesia mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pasukan, khususnya dalam misi UNIFIL.

Halaman:

Tags

Terkini