nasional

Prabowo Optimistis Indonesia Tangguh Hadapi Krisis Pangan di Tengah Konflik Global

Selasa, 10 Maret 2026 | 00:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memaparkan strategi ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia secara virtual (Dok. Bakom RI)

PINRANG.24JAMNEWS.COM -Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa posisi Indonesia berada pada level yang relatif aman di tengah ancaman krisis global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik.

Saat dunia dibayangi ketidakpastian ekonomi, Kepala Negara meyakinkan bahwa sektor pangan nasional tetap memiliki daya tahan yang kuat.

Penegasan ini disampaikan Presiden dalam agenda virtual peresmian 218 jembatan yang tersebar di seluruh pelosok tanah air pada Senin, 9 Maret 2026.

Baca Juga: Polemik Seragam Hijab RS Fatima: Sekda Parepare Turun Tangan Temui Manajemen

Presiden mencermati eskalasi di Timur Tengah, termasuk perselisihan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, sebagai dinamika yang berpotensi menyulitkan banyak bangsa.

Namun, ia meyakini Indonesia mampu memitigasi risiko tersebut, terutama dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Kewaspadaan nasional tetap menjadi prioritas utama agar stabilitas ekonomi domestik tidak goyah oleh guncangan luar.

Baca Juga: Status Tersangka Nabilah O'Brien Dicabut, Komisi III DPR: Kenapa Polisi Cari-Cari Kesalahan Korban?

“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya.

Selain sektor pangan, kemandirian energi menjadi poin krusial yang disorot oleh Kepala Negara. Indonesia diproyeksikan mampu memutus ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam lokal.

Pemanfaatan komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu akan dioptimalkan menjadi sumber energi terbarukan guna memperkuat struktur ekonomi nasional.

Baca Juga: BNN Bongkar Lab Narkoba Jaringan Rusia di Gianyar via Paket Misterius Cina, 2 WNA Diringkus

“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” ujar Presiden mengingatkan pentingnya sikap berdikari.

Pemerintah secara intensif terus memantau indikator ekonomi dan mengeksplorasi potensi kekayaan baru di dalam negeri.

Halaman:

Tags

Terkini