nasional

Indonesia Cetak Sejarah: Ekspor Perdana Ribuan Ton Beras Premium ke Arab Saudi Resmi Dilepas

Rabu, 4 Maret 2026 | 23:27 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meresmikan ekspor perdana beras premium ke Arab Saudi di Gudang Perum BULOG Jakarta (Dok. Kementan RI)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Sektor perberasan nasional mencatatkan capaian monumental dengan dimulainya pengiriman komoditas pangan ke pasar internasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara resmi melepas ekspor perdana Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berkualitas premium sebanyak 2.280 ton dengan tujuan Arab Saudi.

Seremoni pelepasan ini dilakukan di Gudang Perum BULOG pada Rabu, 4 Maret 2026, menandai peran baru Indonesia sebagai negara eksportir beras di tengah kondisi ketahanan pangan yang stabil.

Baca Juga: Menaker Tegaskan THR 2026 Wajib Dibayar Penuh: Dilarang Cicil dan Paling Lambat H-7 Lebaran

Mentan Amran menegaskan bahwa ekspor ini dimungkinkan berkat ketersediaan stok nasional yang melimpah.

Hingga awal Maret 2026, cadangan beras di Indonesia tercatat mencapai 3,7 juta ton, sebuah angka yang diklaim sebagai pencapaian tertinggi dalam sejarah untuk periode bulan Maret.

Selain Arab Saudi, pemerintah kini tengah memperluas jangkauan pasar ke negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, hingga Papua Nugini.

Baca Juga: Skandal Anggaran Makan Bergizi Gratis: KPK Selidiki Celah Korupsi di Tengah Isu Mark Up Bahan Baku

“Ini adalah ekspor perdana ke Saudi Arabia. Ini adalah momentum yang baik karena produksi kita. Stok kita hari ini 3,7 juta ton dan di bulan Maret itu terbesar sepanjang sejarah stok kita di bulan Maret. Nah ini kita ekspor. Kita sudah menjajaki beberapa negara Saudi Arabia, Papua Nugini, Malaysia dan Filipina,” kata Amran.

Total nilai ekspor tahap awal ini diperkirakan menembus angka Rp38 miliar. Mentan menekankan bahwa volume pengiriman ini merupakan bukti konkret dari surplus produksi dalam negeri, sekaligus menepis keraguan mengenai kemampuan ekspor Indonesia.

“Nah ini 2.280 ton, 2.000 ya bukan 1.000 ton ya ini aksi nyata bukan ilusi kita kirim 2.000 jadi bukan 1.000 ton,” tegasnya.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Konflik Global, Densus 88 Perketat Pengawasan Terorisme Jelang Lebaran 2026

Fokus utama pengiriman ini adalah untuk memenuhi konsumsi sekitar 215 ribu jamaah haji asal Indonesia di Tanah Suci.

Potensi pasar ini diprediksi akan terus tumbuh mengingat jumlah jamaah umrah dan warga Indonesia yang menetap di Arab Saudi mencapai 2 juta orang setiap tahunnya.

Halaman:

Tags

Terkini