Analisis ini merujuk pada taktik penciptaan tekanan politik pembanding. Mahfud menilai KPK menunjukkan kelincahan dalam mengolah isu sehingga tujuan penegakan hukum tetap tercapai meski di tengah kepungan kepentingan politik.
Strategi ini, diakui Mahfud, pernah ia terapkan saat menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi maupun Menko Polhukam untuk memecah kebuntuan akibat intervensi kekuasaan.
"Setelah ‘dirujak’ oleh publik, saya jadi punya alasan untuk mengatakan bahwa ini adalah aspirasi publik sesuai dengan demokrasi," tutur Mahfud.
Menutup pandangannya, Mahfud menegaskan bahwa metode melempar isu ke publik merupakan cara efektif untuk mengambil solusi hukum yang benar di bawah payung aspirasi demokratis.
Baca Juga: MAKI Sebut KPK Pecahkan Rekor Buruk Usai Alihkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Secara Diam Diam
"Jadinya, mudah mengambil solusi. Inilah yang dilakukan KPK sekarang. Sekadar analisis," pungkasnya.****
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Subianto Ungkap Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian BoP Demi Dukung Kemerdekaan Palestina
Presiden Prabowo Subianto Kritik Anggaran Daerah Untuk Mobil Dinas 8 Miliar Rupiah Dan Minta Fokus Jembatan Desa
Presiden Prabowo Subianto Suspend 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis Demi Standarisasi Gizi Dan Keamanan Pangan
MAKI Sebut KPK Pecahkan Rekor Buruk Usai Alihkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Secara Diam Diam
Mahfud MD Kritik Tata Kelola Makan Bergizi Gratis Amburadul Dan Soroti Temuan Lele Mentah Di Madura