PINRANG.24JAMNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap Indonesia yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui keterlibatan aktif dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).
Komitmen tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam pertemuan itu, Presiden memaparkan posisi Indonesia yang tetap berpegang pada amanat konstitusi, sekaligus mengedepankan pendekatan yang realistis dan strategis di tengah dinamika geopolitik global.
Baca Juga: Isu Dua Pesawat Presiden Dibantah, Ini Penjelasan Lengkap Seskab Teddy
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah partisipasi Indonesia dalam BoP sebagai forum internasional untuk mendorong perdamaian dan keadilan bagi Palestina.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan bahwa Presiden memberikan penjelasan menyeluruh mengenai ikhtiar dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina, baik dari sisi nilai, prinsip, maupun kebijakan.
“Pada tataran nilai, saya kira semuanya sepakat bahwa menolak penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, memperjuangkan Palestina sampai merdeka,” ujarnya.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Selama Ramadan 2026 dengan Penyesuaian Menu
Menurut Yahya Cholil Staquf, Presiden juga menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam BoP dilakukan dengan memperhitungkan konsolidasi bersama negara-negara Islam dan negara Timur Tengah yang memiliki komitmen serupa terhadap perjuangan Palestina.
“Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam Dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam Dewan itu untuk membela dan membantu Palestina,” katanya.
Lebih lanjut, Yahya Cholil Staquf menuturkan bahwa Presiden menekankan pentingnya kehati-hatian agar setiap langkah diplomasi yang diambil benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat Palestina dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan.
Baca Juga: Nadiem Makarim Buka Suara di Sidang Tipikor, Bantah Terlibat Penentuan Harga Chromebook
“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela dan membantu rakyat Palestina khususnya di Gaza, tapi juga nanti akan dikembangkan dalam istilah-istilah yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, menyampaikan bahwa Presiden menunjukkan komitmen kuat untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara utuh melalui BoP.
Artikel Terkait
Kapolresta Sleman Dinonaktifkan, Audit Itwasda Ungkap Dugaan Pengabaian Pengawasan
Pondok Pesantren Ittihadiyah Tanreassona Peringati Isra Mi’raj dan Wisuda 78 Santri
IHSG Terguncang, DPR Soroti Masalah Mendasar Pasar Modal Indonesia
Pemerintah Buka Arah Reformasi Pasar Modal di Tengah Tekanan IHSG
Interpol Terbitkan Red Notice, Riza Chalid Kini Masuk Daftar Buronan Global