• Sabtu, 18 April 2026

Pesan Tegas Prabowo di Rakornas 2026: Kepemimpinan Harus Berpihak pada Rakyat

Photo Author
Zahar Ali, Pinrang 24 Jam
- Senin, 2 Februari 2026 | 23:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di SICC, Bogor (Dok. Setneg RI)
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajaran pemerintah pusat dan daerah dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di SICC, Bogor (Dok. Setneg RI)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Pemerintah pusat dan daerah diminta untuk menyatukan pemahaman mengenai peran strategis masing-masing dalam menjalankan roda pemerintahan.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

Menurut Presiden, ekspektasi masyarakat terhadap pemimpin negara tidak hanya soal kinerja, tetapi juga menyangkut integritas dan keadilan.

Baca Juga: Polri Tegaskan Komitmen Global, Red Notice Interpol atas Riza Chalid Terus Dikawal

Presiden menilai, rakyat Indonesia menginginkan kehidupan yang damai dan kepemimpinan yang mampu menghadirkan rasa keadilan serta kejujuran dalam setiap kebijakan.

Harapan tersebut, kata dia, harus menjadi pijakan utama seluruh jajaran pemerintahan dalam menjalankan amanah.

“Mereka berharap, bahkan mereka mendambakan selalu pemimpin yang baik, pemimpin yang adil, pemimpin yang jujur, pemimpin yang bekerja untuk kepentingan rakyat semuanya, bukan segelintir orang. Bahkan mereka tidak suka pemimpin yang hanya memajukan kepentingan pribadinya saja,” ujar Prabowo, Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga: Interpol Terbitkan Red Notice, Riza Chalid Kini Masuk Daftar Buronan Global

Prabowo juga menyoroti pentingnya kesatuan pandangan antar unsur pemerintahan. Rakornas ini, menurutnya, menjadi momentum berharga karena mempertemukan hampir seluruh pemangku kepentingan pemerintahan dari tingkat nasional hingga daerah dalam satu forum.

“Dan hari ini bagi saya adalah suatu kesempatan yang baik. Bahwa saya bisa bertatap muka dengan hampir bisa dikatakan 99 persen pemerintah Republik Indonesia dari tingkat pusat sampai tingkat daerah,” katanya.

Dalam arahannya, Presiden turut menyinggung pandangan global yang kerap menyebut Indonesia sebagai the impossible nation.

Baca Juga: Pemerintah Buka Arah Reformasi Pasar Modal di Tengah Tekanan IHSG

Pandangan tersebut, menurut Presiden, justru menuntut kualitas kepemimpinan yang memiliki kewaspadaan tinggi, pemahaman konteks, serta berakar kuat pada sejarah bangsa.

“Kita harus jadi pemimpin yang mengerti sejarah kita, yang mengerti latar belakang bangsa kita, yang mengerti sejarah nusantara, yang mengerti sejarah daerah-daerah, yang mengerti sejarah nusantara dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zahar Ali

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X