PINRANG.24JAMNEWS.COM – Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan buka puasa bersama keluarga besar UPT SMA Negeri 7 Pinrang yang digelar di penghujung rangkaian Pesantren Kilat Ramadhan Mengaji 1447 Hijriah.
Momentum ini menjadi penutup yang indah setelah lima hari para siswa menimba ilmu, memperdalam bacaan Al-Qur’an, dan menguatkan nilai-nilai spiritual di bulan suci.
Kegiatan buka puasa bersama ini turut dihadiri oleh para pemateri Pesantren Kilat Ramadhan Mengaji 1447 H, yang selama kegiatan dengan penuh dedikasi membimbing dan menginspirasi para peserta.
Baca Juga: UPT SMAN 7 Pinrang Melaksanakan Pesantren Kilat Ramadhan Mengaji
Kehadiran para guru, staf, serta purnabakti UPT SMA Negeri 7 Pinrang semakin menambah kehangatan suasana, menghadirkan nuansa silaturahmi lintas generasi yang begitu terasa.
Sejak sore hari, suasana kebersamaan sudah tampak. Canda dan senyum menghiasi wajah para hadirin.
Para purnabakti yang pernah mengabdi di sekolah ini disambut penuh hormat dan rasa rindu. Momen ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga berbagi cerita, kenangan, dan doa.
Baca Juga: Arie Kriting Soroti Ironi Nasionalisme Alumni LPDP dan Tragedi Siswa SMP di Maluku
Dalam suasana yang khidmat, seluruh keluarga besar sekolah bersama-sama memanjatkan doa menjelang waktu berbuka, memohon agar setiap amal ibadah Ramadhan diterima oleh Allah SWT.
Ketika azan Magrib berkumandang, seluruh hadirin berbuka dalam kebersamaan yang sederhana namun sarat makna.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa UPT SMA Negeri 7 Pinrang bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah besar yang menyatukan hati dalam ikatan persaudaraan.
Kebersamaan antara guru, staf, pemateri, dan purnabakti memperlihatkan bahwa nilai kekeluargaan tetap terjaga dan diwariskan dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Hasil Autopsi Ungkap Luka Bakar dan Dugaan Kekerasan Ibu Tiri
Panitia dan pihak sekolah menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh keluarga besar yang telah memberikan sumbangsih, baik tenaga, pikiran, maupun materi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan penuh berkah.