hukum

Polda Metro Jaya Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis, Polisi: Foto CCTV di Medsos Hasil Rekayasa AI

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:03 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat memberikan keterangan terkait progres terkini penyelidikan kasus penyiraman cairan berbahaya di Jakarta (instagram / @poldametrojaya)

PINRANG.24JAMNEWS.COM - Kepolisian Daerah Metro Jaya menempatkan kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis Andrie Yunus sebagai prioritas utama dalam agenda pengungkapan perkara.

Menanggapi insiden tersebut, pihak kepolisian kini tengah melakukan investigasi menyeluruh dengan melibatkan berbagai instrumen teknologi guna mengidentifikasi para pelaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa, penyelidikan saat ini difokuskan pada pengolahan tempat kejadian perkara (TKP) serta analisis mendalam terhadap sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus: Alami Luka Bakar 24 Persen dan Penanganan Khusus Mata

Selain itu, kepolisian juga tengah mendalami keterangan para saksi untuk menyusun kronologi yang lebih presisi terkait musibah yang menimpa pegiat hukum tersebut.

"Perlu kami sampaikan atas perintah Bapak Kapolri untuk Polda Metro Jaya membuat posko pengaduan dan hal ini langsung ditindaklanjuti oleh Bapak Kapolda Metro Jaya untuk membuat posko pengaduan khusus terkait tentang penyiraman cairan berbahaya kepada aktivis," ujar Budi dalam keterangannya, Minggu 15 Maret 2026.

Di tengah bergulirnya proses hukum, Kombes Budi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran informasi yang tidak valid di ruang digital.

Baca Juga: Pemerintah Kecam Teror Air Keras Aktivis KontraS: Tidak Ada Ruang bagi Kekerasan

Munculnya tangkapan layar CCTV yang memperlihatkan dua sosok diduga pelaku di media sosial ditegaskan sebagai konten manipulatif yang berpotensi menghambat jalannya pemeriksaan.

"Adanya foto hasil screenshot CCTV dua orang yang tergambarkan, sekarang kita yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan. Dan ini kami berharap untuk masyarakat juga bijak agar penyelidikan ini fokus dan tidak terganggu," tegasnya menambahkan.

Kepolisian berkomitmen menuntaskan perkara ini melalui pendekatan scientific crime investigation guna memastikan penanganan yang profesional dan akuntabel.

Baca Juga: Soroti Kasus Andrie Yunus, Novel Baswedan Sebut Serangan Air Keras Terorganisir dan Biadab

Saat ini, tim penyidik juga terus berkoordinasi dengan pihak medis untuk memantau kondisi korban yang masih menjalani perawatan intensif.

Diketahui sebelumnya, peristiwa nahas ini menimpa Andrie Yunus pada Kamis 12 Maret 2026 malam di kawasan Jakarta Pusat.

Halaman:

Tags

Terkini