PINRANG.24JAMNEWS.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Rabu pagi, 2 April 2026.
Guncangan kuat yang berpusat di perairan Laut Maluku itu sempat memicu peringatan dini tsunami serta menyebabkan kerusakan bangunan dan korban jiwa.
Pelaksana Tugas Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengonfirmasi pusat gempa berada di koordinat 1,21 derajat Lintang Utara dan 126,25 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 18 kilometer.
Getaran gempa dirasakan luas, mulai dari Ternate, Manado, Gorontalo hingga Bone Bolango, dengan intensitas III hingga V MMI.
“Gempa utama terjadi pukul 05.48 WIB dan diikuti oleh gempa susulan berkekuatan Magnitudo 5,5 serta 5,2,” jelas Lana Saria dalam keterangannya, Rabu pagi.
Tsunami dan Kepanikan Warga
Guncangan kuat tersebut turut memicu kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah. Data mencatat tsunami setinggi 75 sentimeter terjadi di Minahasa Utara, 68 sentimeter di Belang, serta 35 sentimeter di Sidangoli.
Baca Juga: Polres Pinrang Intensifkan Patroli di SPBU Sawitto, Antisipasi Panic Buying BBM
Sementara itu, wilayah Bitung dan Halmahera Barat mengalami kenaikan air laut berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter.
Kepanikan warga terjadi di berbagai lokasi, terutama di gedung bertingkat. Sebuah video yang beredar memperlihatkan suasana mencekam di salah satu hotel di Manado, di mana air kolam renang bergelombang kuat dan sebagian material bangunan tampak runtuh.
Sejumlah saksi mata mengaku harus mengevakuasi diri melalui tangga darurat di tengah guncangan yang berlangsung cukup lama.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Perketat Pengawasan Izin Usaha Pariwisata, Cek dari Awal hingga Proses Terkini
Bahkan, beberapa pengunjung disebut sempat kesulitan membuka akses tangga darurat dalam situasi genting tersebut.
Korban dan Imbauan Waspada
Hingga saat ini, laporan dampak masih terus dihimpun. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan di Gedung Olahraga Koni Sario.